Derajat Luka Bakar

Luka bakar terjadi karena sel-sel kulit mengalami kerusakan akibat terkena paparan benda panas. Luka bakar tidak hanya menyebabkan kerusakan pada kulit, tapi pada derajat tinggi juga bisa menyebabkan kerusakan otot dan tulang. Tingkat keparahan luka bakar dibagi menjadi tiga. Berbeda tingkat keparahan dan derajatnya, tentunya berbeda juga gejala serta cara merawat luka.

Luka bakar derajat satu

Luka bakar derajat satu adalah luka bakar dengan gejala paling ringan dibanding dengan lainnya. Luka bakar derajat satu hanya merusak lapisan kulit paling atas atau epidermis. Luka bakar derajat satu ditandai dengan kulit memerah dan rasa nyeri pada sekitar luka. Salep luka bakar ringan bisa Anda dapatkan di apotek terdekat. Anda juga bisa membeli obat di goapotik dengan mengunjungi https://www.goapotik.com/promodomperidone

Luka bakar derajat dua

Luka bakar derajat dua adalah luka bakar yang kerusakannya hingga lapisan dermis kulit yaitu di bawah lapisan epidermis. Luka bakar derajat ini ditandai dengan luka yang lebih pucat daripada derajat satu, kulit melepuh dan memerah, serta hilang rasa nyeri jika luka parah. Terkadang, kondisi ini dapat memicu pertumbuhan jaringan parut yang mengandung nanah atau biasa disebut luka bakar eksudat.

Untuk penanganan luka bakar derajat dua lebih baik pasien langsung dibawa ke instalasi gawat darurat. Mencoba menangani luka bakar sendiri malah bisa memperburuk keadaan.

Luka bakar derajat tiga

Luka bakar jenis ini adalah yang paling parah dibanding yang lainnya. Pada derajat ini, kerusakan yang terjadi pada kulit lebih lebar dan merusak jaringan subkutan kulit. Bahkan, luka bakar derajat tiga bisa ditandai dengan kerusakan otot dan tulang. Luka bakar derajat ini ditandai dengan adanya penebalan kulit yang tampak seperti lilin dan timbul area coklat atau putih di sekitar kulit.

Penanganan pada luka bakar derajat tiga tidak bisa sembarangan. Jika Anda mengalami luka bakar derajat tiga, segera datangi instalasi gawat darurat di rumah sakit. Luka bakar derajat tiga bisa menyebabkan komplikasi seperti gagal napas, infeksi, gagal ginjal, gangguan darah seperti anemia dan dissseminated intravascular coagulation, serta gangguan lambung.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *